Rabu, 02 Januari 2019

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensi  yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan danberkaitan dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Lingkungan merupakan suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya. Menurut Hendrick L. Blumm (1981), lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat bersamaan dengan  faktor perilaku, keturunan dan pelayanan kesehatan.
Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar sebab manusia memerlukan daya dukung unsur-unsur lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Dalam lingkungan alamnya, manusia hidup dalam sebuah ekosistem, yakni suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem memiliki komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik, yaitu komponen tak hidup (fisik dan kimia) yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup, terdiri atas tanah, udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer, air, cahaya, serta suhu atau temperatur. Sedangkan komponen biotik atau komponen hidup terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai.

Hubungan manusia dengan lingkungan dipelajari dalam ilmu ekologi. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernest Haecke (1834-1914) dan berasal dari kata Yunani oikosyaitu habitat dan logos yang berarti ilmu. Ekologi berarti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup denganlingkungannya. Ekologi dapat juga diartikan sebagai imu yang membahas hubungan manusia dan lingkungannya dipandang dari kepentingan dan kebutuhan manusia baik itu positif maupun negatif terhadap lingkungan itu sendiri.

Lingkungan alam selalu berubah-ubah seiring perubahan waktu, misalnya perubahan iklim, musim dan terjadinya bencana alam, seperti gunung meletus dan gempa bumi. Besarnya populasi manusia (Laju pertumbuhan penduduk) serta modernisasi berdampak pada peningkatan kebutuhan manusia di segala aspek kehidupan seperti kebutuhan sandang, pangan, papan dan lainnya.
Keinginan menyempurnakan hidup dan meningkatkan kesejahteraan , memunculkan inovasi dan perubahan oleh manusia dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). IPTEK yang semakin berkembang membuat manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah lingkungan sesuai dengan apa yang dikehendaki terus mengekspolitasinya agar terus berkembang. Manusia cenderung lebih dominan daripada lingkungan sehingga lingkungan yang ada bukanlah alami melainkanlingkungan hidup binaan atau hasil rekayasa.
Proses pembangunan menyebabkan berubahnya tatanan lingkungan dengan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena berkurangnya fungsi dari sebagian komponen lingkungan atau bahkan tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Kerusakan lingkungan dapat dilihat dengan banyaknya kasus berkurangnya sumber kekayaan alam secara kuantitatif dan kualitatif, pencemaran udara, air maupun tanah, gangguan fisik dan gangguan sosial budaya dengan segala aspek yang terdapat didalamnya

Pencemaran udara
Partikel yaitu zat padat atau cair yg halus dan tersuspensi di udaramasuk dan mengendap dalam paru-paru dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan (pnevmokoniosis). Gas CO bersifat racun metabolis yang berasal dari hasil dari pembakaran yang tidak sempurna dari industri dan kendaraan bermotor. GasCO2 bersifat menyerap sinar infra merah dari matahari, sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi serta akan terjadi peleburan es dan salju. Selanjutnya akan timbul green house effect. Oksida Belerang (SOx) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan hujan asam yg bersifat racun dan korosif.

Pencemaran air
Sumber utama pencemaran air adalah limbah cair buangan pabrik, sisa pupuk perkebunan, dan limbah cair rumah tangga. Pencemaran air akan mempengaruhi tingkat Oksigen terlarut (DO), zat padat terlarut, kebutuhan oksigen biokimia (BOD), peningkatan sedimen perairan, pH, dan suhuperairan. Hal ini akan engganggu ekosistem peraira dan airnya tidak dapat dipergunakan oleh manusia karena telah tercemar dan mengandung bahan-bahan berb

Pencemaran tanah
Bahan kimia buatan manusia masuk kedalam tanah sehingga unsur hara yang ada dalam tanah berkurang, kematian mikroba pengurai sehingga daur ulang zat di alam terganggu, serta menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah.

   Modernisasi dan kebutuhan hidup yang meningkat membuat manusia makin mengembangkan IPTEK yang berakibat pada kerusakan lingkungan dan timbulnya berbagai macam penyakit
   Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup berisi langkah-langkah pencegahan kerusakan lingkungan, perlindungan, dan pengelolaan lingkungan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar