Rabu, 02 Januari 2019

Pengembangan PBM Dalam Pendidikan Kesehatan

Pengembangan PBM dalam pendidikan kesehatan mencakup dalam beberapa hal yaitu :

a. Diperlukan untuk memperoleh ketrampilan yang dibutuhkan oleh manusia dalam hidup bermasyarakat (konsep Amerika) 
b Penyempurnaan potensi atau kemampuan pada organisme biologi dan psikis yang diperlukan dalam hubungan manusia dengan dunia luar dan hidup bermasyarakat
c. Suatu usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup
d. Menghafal, mengingat dan memproduks sesuatu yang dipelajari (konsep Eropa)

PROSES BELAJAR MENCAKUP HAL-HAL;

A.LATIHAN
a. penyempurnaan potensi tenaga-tenaga yang ada dengan mengulang-ulang aktivitas tertentu. 
b. Sama dengan pembiasaan
c. Taraf biologis à taraf psikologis   
d. Proses kesadaran à proses ketidak sadaran (otomatisasi)yang menghasilkan tindakan yang tanpa disadari, cepat dan tepat

B. MENAMBAH / MEMPEROLEH TINGKAH LAKU        BARU 
a. Memperoleh sesuatu yang baru 
b. Belum ada à ada, belum diketahui à diketahui, belum Dimengerti à mengerti 
c. Terjadi peralihan dari potensi keaktivitasan

C. CIRI-CIRI KEGIATAN BELAJAR 
a. Belajar adalah kegiatan yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang sedang belajar, baik aktual maupun potensial 
b. Perubahan tersebut pada pokoknya didapatkan karena kemampuan yang berlaku untuk waktu yang relatif lama 
c. Perubahan-perubahan yang terjada karena usaha,bukan karena proses kematangan Hilgard 
d. belajar adalah suatu proses perubahan kegiatan dan reaksi terhadap lingkungan.

D.TEORI PROSES BELAJAR
   Awalnya timb teori stimulus-respons (pangkal pd psikologi asosiasi J Locke & Herbart), tidak memperhitungkan faktor internal mengambil tanggapan-tanggapan dan menggabungkan tanggapan-tanggapan dengan mengulang-ulang yang diperoleh dari pemberian stimulus Teori transformasi berlandaskan psikologi kognitif Neisser, memperhit faktor internal & eksternal merupakan transformasi masukan (input), kemudian input tersebut di reduksi, diuraikan, disimpan,ditemukan lagi & dimanfaatkan Proses belajar bersifat internal yang dipengaruhi oleh faktor eksternal antara lain metode pengajaran
a. Belajar merupakan interaksi antara subjek belajar dengan lingkungannya 
b. Seseorang dapat dikatakan belajar apabila ia memperoleh pemahaman dalam situasi yang problematis 
c. Pemahaman tersebut ditandai dengan adanya a Suatu perubahan yang tiba-tiba dari keadaan yang tak berdaya menjadi keadaan yang mampu menguasai atau memecahkan masalah atau problema b.Adanya retensi yang baik c. Adanya peristiwa transfer. 
4. Pemahaman didapat dari problem solving 
5. Belajar adalah memberikan problem kepada subjek belajar untuk dipecahkan dari beberapa segi

E. TEORI BELAJAR MENGHAFAL & MENTAL                DISIPLIN 
Teori Menghafal
a. Belajar adalah menghafal dan menghafal adalah usaha untuk mengumpulkan pengetahuan melalui pembeoan kemudian digunakan apabila diperlukan. 
b. Tak sepenuhnya benar, karena manusia dapat berfikir & mempunyai tujuan yakni terjadi hal-hal baru yang bermanfaat bagi dirinya 
c. Tak efektif karena akan hilang bila tak difungsikan dan tidak langsung digunakan atau dimanfaatkan dalam hidup sehari-hari 

F. MEMILIKI MENTAL DISIPLIN
Belajar adalah mendisiplinkan mental, melalui latihan terus- menerus secara kontinyu, berencana &teratur. Daya pikir, daya ingat, daya mengamati harus di kembangkan & di pertajam dengan latihan-latihan tertentu.

G. PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM PROMOSI KESEHATAN DEFINISI BELAJAR BELAJAR 
a. Diperlukan untuk memperoleh ketrampilan yang dibutuhkan oleh manusia dalam hidup bermasyarakat (konsep Amerika) 
b. Penyempurnaan potensi atau kemampuan pada organisme biologi dan psikis yang diperlukan dalam hubungan manusia dengan dunia luar dan hidup bermasyarakat
c. Suatu usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup
d. Menghafal, mengingat dan memproduks sesuatu yang dipelajari (konsep Eropa)

Sehat Rohani Dan Jasmani

Arti sehat jasmani, yaitu kesehatan yang berhubungan dengan badan atau tubuh seseorang. Atau bisa juga disebut orang yang bebas dari segala macam dan jenis penyakit. Dalam arti orang yang tidak sakit sesuai ilmu kesehatan dan ilmu kedokteran. Sedangkan, definisi sehat rohani, yaitu berhubungan dengan hati seseorang atau batin orang. Orang yang sehat secara rohani berarti tidak sakit hati atau memiliki perasaan bahagia.

Seseorang yang mampu dan berkecukupan dalam hal ekonomi, finansial, dan pendidikan akan merasakan hidup sejahtera. Ciri-ciri orang yang sehat jasmani dan rohani, yaitu seseorang itu selalu bahagia, dan selalu berfikir positif dalam segala hal. Orang yang sehat akan menjalankan kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang. Orang yang sehat akan melakukan segala sesuatu dengan maksimal dan sempurna.

Contoh sehat jasmani, yaitu orang yang tidak sakit atau tidak terkena penyakit apa pun. Contoh sehat rohani, yaitu berhubungan dengan hal-hal yang berbau agama. Seseorang yang sering melakukan kegiatan ibadah bisa dikatakan sehat secara rohani. Dalam hal ini beribadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan agama masing-masing.

Manfaat kesehatan jasmani dan rohani bagi seseorang, yaitu orang yang sehat jasmani bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat (bernilai lebih) untuk orang lain dan lingkungan sekitarnya. Seseorang yang sehat jasmani juga bisa berkarya dan menghasilkan karya atau hasil pekerjaan yang maksimal, baik, dan bagus. Orang yang sehat rohani akan melakukan segala sesuatu hal yang positif, baik, dan berguna. Orang yang sehat rohaninya juga akan membantu orang lain dan sesama yang membutuhkan bantuan.


Atribut seseorang insan yang mempunyai mental yang sehat yaitu seperti berikut :


Sehat SpiritualSpiritual adalah komponen penambahan pada pengertian sehat oleh WHO serta mempunyai makna utama dalam kehidupan keseharian penduduk. Tiap-tiap individu butuh memperoleh pendidikan resmi ataupun informal, peluang untuk liburan, mendengar alunan lagu serta musik, siraman rohani seperti ceramah agama serta yang lain supaya berlangsung keseimbangan jiwa yang dinamis serta tak monoton. WHO yang merupakan organisasi dibidang kesehatan yang lahir pada tahun 1948, akhirnya muncul definisi dari kesehatan yaitu "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan".

Mengontrol Diri
Bisa mengontrol diri serta tak gampang emosi dan tak gampang takut, tidak gampang cemburu, tidak suka dan hadapi serta bisa merampungkan persoalan dengan cara cerdik serta bijaksana.


Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di tiap-tiap area atau negara ,susah diukur serta benar-benar bergantung pada kultur, kebudayaan serta tingkat kemakmuran penduduk setempat. Dalam makna yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial yaitu situasi kehidupan berbentuk perasaan aman damai serta sejahtera, cukup pangan, sandang serta papan. Dalam kehidupan penduduk yang sejahtera, penduduk hidup teratur serta senantiasa menghormati kebutuhan orang lain dan penduduk umum.


Merasa Senang

Senantiasa merasa senang dengan apa yang ada pada dianya, tak sempat menyesal serta kasihan pada dirinya sendiri, senantiasa senang, enjoy serta mengasyikkan dan tak ada sinyal tanda konflik kejiwaan. Bisa bergaul dengan baik serta bisa terima kritik dan tak gampang tersinggung serta geram, senantiasa pengertian serta toleransi pada keperluan emosi orang lain
.

Meningkatkan Kemampuan Hidup Sehat

Dengan menerapkan pola hidup sehat ini, kita dapat memperoleh banyak manfaat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Lantas, mengapa kita perlu menerapkan pola hidup sehat? Simak beberapa alasannya di bawah ini.

  1. Mengurangi stress
Pola hidup sehat tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik. Dalam otak, terdapat beberapa bagian yang dapat mengatur mood. Dengan mood yang baik, semangat untuk beraktivitas akan meningkat, tidur lebih berkualitas, serta kemampuan untuk fokus terhadap suatu hal pun menjadi lebih baik. Menerapkan pola hidup sehat juga dapat mengurangi tingkat stress.
  1. Meningkatkan energi
Pola hidup sehat identik dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta olahraga teratur yang secara langsung dapat membantu peningkatan energi. Olahraga akan membantu melepaskan endorfin. Endorfin, selain dapat membuat perasaan lebih baik, juga dapat membantu meningkatkan energi.
  1. Mengurangi resiko terkena penyakit
 Menjaga pola makan serta aktif berolahraga merupakan kunci pola hidup sehat. Dengan paduan tersebut, resiko beberapa penyakit, seperti diabetes, jantung, stroke dan hipertensi dapat dihindari.
  1. Menjaga produktivitas
Menganut pola hidup sehat akan berdampak pada meningkatnya produktivitas. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Population Health Management pada tahun 2012 menyatakan bahwa mengonsumsi makananan kurang sehat dapat meningkatkan resiko penurunan produktivitas hingga sebesar 66%.
  1. Menjaga berat badan tetap stabil
Pola hidup sehat dapat dimulai dengan hal simpel sekalipun, misalnya dengan sarapan pagi untuk membantu proses metabolisme, mengganti makanan yang mengandung gula berlebihan serta soda dengan buah ataupun air putih.  Dalam jangka panjang, kebiasaan baik ini akan membawa dampak baik bagi tubuh, yaitu menjaga stabilnya berat badan. Selain berat badan, kesehatan gigi, kulit, serta kuku juga dapat meningkat apabila menjalani pola hidup sehat

Macam Macam Komponen Sehat

Sehat adalah kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya. Sehat berhubungan dengan hukum alam yang mengarur tubuh, jiwa dan lingkungan berupa udara segar, sinar matahari, diet seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik.

Selama beberapa dekade, definisi sehat masih dipertentangkan dan belum ada kata sepakat dan para ahli kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia. Akhirnya World Health Organization (WHO) membuat definisi universal yang menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.
1. Sehat Jasmani
Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.
2. Sehat Mental
Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno “Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat “(Men Sana In Corpore Sano)”.
Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut:
a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.
b. Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.
c. Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.
3. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.
4. Sehat Spiritual
Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat olch WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensi  yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan danberkaitan dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Lingkungan merupakan suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya. Menurut Hendrick L. Blumm (1981), lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat bersamaan dengan  faktor perilaku, keturunan dan pelayanan kesehatan.
Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar sebab manusia memerlukan daya dukung unsur-unsur lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Dalam lingkungan alamnya, manusia hidup dalam sebuah ekosistem, yakni suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem memiliki komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik, yaitu komponen tak hidup (fisik dan kimia) yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup, terdiri atas tanah, udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer, air, cahaya, serta suhu atau temperatur. Sedangkan komponen biotik atau komponen hidup terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai.

Hubungan manusia dengan lingkungan dipelajari dalam ilmu ekologi. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernest Haecke (1834-1914) dan berasal dari kata Yunani oikosyaitu habitat dan logos yang berarti ilmu. Ekologi berarti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup denganlingkungannya. Ekologi dapat juga diartikan sebagai imu yang membahas hubungan manusia dan lingkungannya dipandang dari kepentingan dan kebutuhan manusia baik itu positif maupun negatif terhadap lingkungan itu sendiri.

Lingkungan alam selalu berubah-ubah seiring perubahan waktu, misalnya perubahan iklim, musim dan terjadinya bencana alam, seperti gunung meletus dan gempa bumi. Besarnya populasi manusia (Laju pertumbuhan penduduk) serta modernisasi berdampak pada peningkatan kebutuhan manusia di segala aspek kehidupan seperti kebutuhan sandang, pangan, papan dan lainnya.
Keinginan menyempurnakan hidup dan meningkatkan kesejahteraan , memunculkan inovasi dan perubahan oleh manusia dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). IPTEK yang semakin berkembang membuat manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah lingkungan sesuai dengan apa yang dikehendaki terus mengekspolitasinya agar terus berkembang. Manusia cenderung lebih dominan daripada lingkungan sehingga lingkungan yang ada bukanlah alami melainkanlingkungan hidup binaan atau hasil rekayasa.
Proses pembangunan menyebabkan berubahnya tatanan lingkungan dengan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena berkurangnya fungsi dari sebagian komponen lingkungan atau bahkan tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Kerusakan lingkungan dapat dilihat dengan banyaknya kasus berkurangnya sumber kekayaan alam secara kuantitatif dan kualitatif, pencemaran udara, air maupun tanah, gangguan fisik dan gangguan sosial budaya dengan segala aspek yang terdapat didalamnya

Pencemaran udara
Partikel yaitu zat padat atau cair yg halus dan tersuspensi di udaramasuk dan mengendap dalam paru-paru dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan (pnevmokoniosis). Gas CO bersifat racun metabolis yang berasal dari hasil dari pembakaran yang tidak sempurna dari industri dan kendaraan bermotor. GasCO2 bersifat menyerap sinar infra merah dari matahari, sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi serta akan terjadi peleburan es dan salju. Selanjutnya akan timbul green house effect. Oksida Belerang (SOx) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan hujan asam yg bersifat racun dan korosif.

Pencemaran air
Sumber utama pencemaran air adalah limbah cair buangan pabrik, sisa pupuk perkebunan, dan limbah cair rumah tangga. Pencemaran air akan mempengaruhi tingkat Oksigen terlarut (DO), zat padat terlarut, kebutuhan oksigen biokimia (BOD), peningkatan sedimen perairan, pH, dan suhuperairan. Hal ini akan engganggu ekosistem peraira dan airnya tidak dapat dipergunakan oleh manusia karena telah tercemar dan mengandung bahan-bahan berb

Pencemaran tanah
Bahan kimia buatan manusia masuk kedalam tanah sehingga unsur hara yang ada dalam tanah berkurang, kematian mikroba pengurai sehingga daur ulang zat di alam terganggu, serta menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah.

   Modernisasi dan kebutuhan hidup yang meningkat membuat manusia makin mengembangkan IPTEK yang berakibat pada kerusakan lingkungan dan timbulnya berbagai macam penyakit
   Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup berisi langkah-langkah pencegahan kerusakan lingkungan, perlindungan, dan pengelolaan lingkungan hidup.

Selasa, 01 Januari 2019

Pendekatan Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut, masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.

Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain, dengan adanya pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran.

Hal ini berarti bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu, harus menggunakan cara tertentu pula, materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian juga alat bantu pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok, metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual. Untuk sasaran massa pun harus berbeda dengan sasaran individual dan sebagainya.

1. Metode Pendidikan Individual (Perorangan)

Dalam pendidikan kesehatan, metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru atau seseorang yang telah mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Misalnya seorang ibu yang baru saja menjadi akseptor atau seorang ibu hamil yang sedang tertarik terhadap imunisasi TT karena baru saja memperoleh / mendengarkan penyuluhan kesehatan.

Pendekatan yang digunakan agar ibu tersebut menjadi akseptor yang lestari atau ibu hamil tersebut segera minta imunisasi maka harus didekati perorangan. Perorangan disini tidak hanya berarti kepada ibu-ibu yang bersangkutan tetapi mungkin juga kepada suami atau keluarga dari ibu tersebut.

Dasar digunakannya pendekatan individual ini disebabkan karena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda.

2. Metode Pendidikan Kelompok

Dalam memilih metode pendidikan kelompok, harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Untuk kelompok yang besar, metodenya akan lain dengan kelompok kecil. Efektivitas suatu metode akan tergantung pula pada besarnya sasaran pendidikan.

3. Metode Pendidikan Massa (Public)

Metode pendidikan (pendekatan) massa untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau publik maka cara yang paling tepat adalah pendekatan massa.

Oleh karena sasaran pendidikan ini bersifat umum dalam arti tidak membedakan golongan umur, jenis kelamin, pekerjaan, sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan sebagainya maka pesan-pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa tersebut.

Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah awareness atau kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi, belum begitu diharapkan sampai dengan perubahan perilaku. Namun demikian bila sudah sampai berpengaruh terhadap perubahan perilaku adalah wajar

Umumnya bentuk pendekatan (cara) massa ini tidak langsung, biasanya menggunakan/ melalui media massa. Contoh metode yang cocok untuk pendekatan massa: 
  1. Ceramah umum (public speaking) Pada acara-acara tertentu misalnya, pada Hari Kesehatan Nasional, menteri kesehatan atau pejabat kesehatan lainnya berpidato di hadapan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Safari KB juga merupakan salah satu bentuk pendekatan massa. 
  2. Pidato-pidato/diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik, TV, radio, merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa.
  3. Simulasi, dialog pasien-dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang penyakit/masalah kesehatan di media massa merupakan pendekatan pendidikan kesehatan massa. Contoh: – Praktek Dr. Herman Susili di TV tahun 1980-an – Sinetron Dr. Sartika dalam acara TV tahun 1990-an – Tulisan-tulisan di majalah atau koran, dalam bentuk artikel/Tanyajawab/ konsultasi tentang kesehatan dan penyakit – Billboard dipasang dipinggir jalan, spanduk, poster dan sebagainya.

Proses Pendidikan Bagi Hidup Sehat

Pendidikan tidak lepas dari proses belajar, dan faktor-faktor manusia yang berperan dalam proses belajar adalah kematangan, pengetahuan dan motivasi. Menurut Notoadmodjo (2003), pendidikan kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. Untuk mengubah pemahaman perilaku belum sehat menjadi perilaku sehat. Menurut Azwar (1983), membagi menjadi 3 macam, yaitu: 
1) Perilaku yang menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat sehingga kader kesehatan mempunyai tanggung jawab didalam penyuluhannya mengarahkan cara hidup sehat menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari. 
2) Secara mandiri mampu menciptakan perilaku sehat bagi dirinya sendiri maupun kelompok, dalam hal ini pelayanan kesehatan dasar diarahkan agar dikelola sendiri oleh masyarakat dalam bentuk yang nyata contohnya adalah posyandu.
3) Mendorong perkembangan dan penggunaan sarana pelayanan kesehatan yang ada secara tepat.
Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni: input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan); proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain); output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku).Proses pendidikan tersebut berlangsung didalam suatu lingkungan pendidikan atau tempat dimana pendidikan itu berlangsung, biasanya dibedakan menjadi tiga yaitu tri pusat pendidikan yaitu didalam keluarga (pendidikan informal), didalamsekolah (pendidikan formal), dan didalam masyarakat.
Proses pendidikan kesehatan juga mengikuti proses tersebut, dan unsur-unsurnya pun sama. Yang bertindak selaku pendidik kesehatan disini adalah semuapetugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha untuk mempengaruhi individu ataumasyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka. Karena itu individu, kelompokataupun masyarakat, disamping dianggap sebagai sasaran (obyek) pendidikan, juga dapat berlaku sebagai subyek(pelaku) pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka di ikutsertakan didalam usaha kesehatan masyarakat. Yang diartikan anak didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu, baik yang sakit maupun yang tidak belum sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jadi,lingkungan pendidikan kesehatan juga mengikuti tri pusat pendidikan, yaitu :
1.Pendidikan kesehatan didalam keluarga yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab para orangtua, dengan menitikberatkan pada penanaman kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, dan sikap hidup sehat.
2.Pendidikan kesehatan didalam sekolah adalah tanggung jawab para gurusekolah. Hal inl terwujud dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuanpendidikankesehatandisekolah,disampingmelanjutkanpenanaman kebiasaan dan norma-normahidup sehat kepada murid, juga memberikanpengetahuan kesehatan.

3.Pendidikan kesehatan di masyarakat, yang dapat dilakukan melalui berbagai lembaga dan organisasi masyarakat.Jadi, pendidikan kesehatan adalah suatupenerapan konsep pendidikan didalam bidang kesehatan, maka pendidikan kesehatan dapat didefenisikan sebagai usaha atau kegiatan untuk membantuindividu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan(perilakunya), untuk mencapai kesehatan secara optimal. Adapun hasil dari pendidikankesehatantersebut,yaitudalambentukperilaku yangmenguntungkan kesehatan. Baik dalam bentuk pengetahuan dan pemahaman yang positif terhadap kesehatan, yang akhirnya diterapkan dalam tindakan-tindakan yangmenguntungkan kesehatan.
Dapat dikatakan bahwa kesehatanyang kita miliki adalah karena "upaya" kita sendiri. Oleh sebab itu kesehatan perorangan atau kesehatan pribadi memegang peranan penting. Kesehatanpribadi adalah kesehatan bagian-bagian tubuh kita masing-masing yaitu meliputi; kesehatan kulit rambut dan kuku kesehatan mata, hidung, telinga mulut dangigi, tangan dan kaki, memakai pakaian yang bersih serta melakukan gerak danistirahat. Berbagai macam penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan.Oleh sebab itu, memelihara kesehatan pribadi dimulai dengan memelihara kebersihan bagian-bagian tubuh kita.